Jadi...
Saat itu kami sedang duduk-duduk di kamarku. Duduk manis selonjoran di depan televisi, di suatu malam.
Kata "kami" disini merujuk pada tiga pemuda Bali yang sedang berdinas di Kota Kupang; aku, Legawa, dan Diantara. Bersama delapan pemuda Bali lain, kami dikirim kesini konon dengan embel-embel yangsok keren:
"demi mengamankan penerimaan negara!"
Kata "kami" disini merujuk pada tiga pemuda Bali yang sedang berdinas di Kota Kupang; aku, Legawa, dan Diantara. Bersama delapan pemuda Bali lain, kami dikirim kesini konon dengan embel-embel yang
"demi mengamankan penerimaan negara!"
"daripada planga-plongo ndak jelas membahas mau makan dimana, puter aja film Shinchan ah," begitu aku membatin. "Biar kocak!"
... dan kupilih saja film yang memang belum sempat kutonton: Shinchan - The Adult Empire Strikes Back. Biar suasana jadi hidup, kami perlu hal-hal lucu. Apa yang lebih kocak dari si Nohara Shinosuke? Anak itu belum pernah mengecewakanku dalam urusan pengkaryaan suasana ceria.
Setidaknya sejauh ini belum.




